bersama Vincent Kristiagung. .

Kuda vs Keledai

with 0 Comment
Kuda vs Keledai - Jika kemarin kita belajar kesuksesan dari orang lain, kali ini akan kita belajar dari keledai. John Killinger bercerita tentang metode menarik yang digunakan orang pada zaman dulu untuk menjinakan kuda liar. Caranya dengan mengikatkan kuda itu dengan seekor keledai kecil. Kuda liar yang kuat ini akan berlari di tengah lapang, melonjak-lonjak dan berputar-putar dengan liarnya. 

Keledai kecil malang itu terseret-seret kian kemari. Ini adalah pemandangan yang menajubkan. Setelah itu kuda liar itu akan kabur, sambil menyeret kedelai kecil itu di sampingnya. Mereka akan hilang dari pandangan kita, kadang kadang sampai beberapa hari. Sesudah itu mereka akan kembali dengan si kedelai kecil yang memimpin kedepan. Kuda liar itu telah teramat sangat lelah dalam usahanya untuk melepaskan diri dari si keledai kecil itu. Ketika kuda liar itu sudah terlalu lelah untuk melawan, si keledai kecil mengambil alih pimpinan.



Tidak bisa dipungkiri, yang sering menjadi penyebab kegagalan hidup kita adalah kurangnya konsistensi dalam melakukan segala hal.. Kita sering tidak konsisten dalam mengerjakan berbagai hal, sehingga hasilnya pun tidak ada. Kita memulai sesuatu dengan penuh semangat dan antusiasme. Kita menggebu-gebu, namun ketika timbul tantangan di tengah jalan kita mulai berhenti dan mencari alasan. Kita sering terlalu lelah sehingga kita seperti kuda liar itu. Bukannya kita yang “memimpin” dalam pencapaian target kita, kita malahan dipimpin oleh tangan yang kita hadapi.  

JIka saat ini Anda sedang mulai merintis bisnis online, tetaplah menjalankanya secara konsisten. Tentu menggebu-gebu dan bersemangat dalam memulai sesuatu itu penting, namun kita harus menjaga konsistensi, sehingga kita akan tetap berkarya walaupun harus menghadapi banyak tantangan. Sebab yang terpenting bukanlah awal tetapi hasil akhir. Karena itu bertandinglah hingga akhir. Bekerjalah hingga tuntas, jangan tanggung-tanggung. 

Hanya konsistensi yang akan membawa kita tiba sampai garis finish 

0 comments:

Post a Comment